Cap Table Startup: Cara Menghitung Dilusi Saham Pendiri di Tiap Putaran
Setiap kali investor menanamkan uang di startup kamu, mereka mendapat saham baru. Akibatnya, persentase kepemilikan pendiri ikut berkurang. Inilah yang disebut dilusi. Supaya tidak kaget, kamu perlu memahami cap table sejak awal.
Apa itu cap table?
Cap table (capitalization table) adalah tabel yang mencatat siapa memegang berapa saham di perusahaan: pendiri, karyawan lewat ESOP, dan investor. Cap table diperbarui setiap kali ada putaran pendanaan atau pembagian saham baru.
Istilah yang perlu dipahami
- Valuasi pre-money: nilai perusahaan sebelum uang investor masuk.
- Valuasi post-money: nilai perusahaan setelah uang investor masuk. Post-money = pre-money + dana investor.
- ESOP (Employee Stock Option Pool): jatah saham yang disisihkan untuk karyawan kunci, umumnya 10 sampai 15%.
- Dilusi: turunnya persentase kepemilikan karena ada saham baru yang diterbitkan.
Rumus dasarnya
Persen milik investor = Dana investor ÷ Valuasi post-money
Harga per lembar saham = Valuasi pre-money ÷ Jumlah saham sebelum putaran
Setelah putaran, persentase semua pemegang lama dikalikan dengan (1 - persen investor baru).
Contoh hitungan
Dua pendiri membagi saham 50:50, lalu menyisihkan ESOP 10%. Kepemilikan awal:
- Pendiri A: 45%
- Pendiri B: 45%
- ESOP: 10%
Putaran pre-seed: valuasi pre-money Rp 8 M, investor menanamkan Rp 2 M. Post-money menjadi Rp 10 M, jadi investor mendapat Rp 2 M ÷ Rp 10 M = 20%. Semua pemegang lama dikali 80%:
- Pendiri A: 36%
- Pendiri B: 36%
- ESOP: 8%
- Investor pre-seed: 20%
Putaran seed: valuasi pre-money Rp 30 M, investor baru menanamkan Rp 7,5 M. Post-money Rp 37,5 M, investor seed mendapat 20%. Semua pemegang lama dikali 80% lagi:
- Pendiri A: 28,8%
- Pendiri B: 28,8%
- ESOP: 6,4%
- Investor pre-seed: 16%
- Investor seed: 20%
Persentase pendiri turun dari 45% menjadi 28,8%. Tapi perhatikan nilainya: 28,8% dari Rp 37,5 M jauh lebih besar dari 45% perusahaan yang belum bernilai apa-apa. Dilusi bukan berarti rugi, selama nilai perusahaan tumbuh.
Tool FounderkuSahaminSimulasi cap table dan dilusi saham.Coba gratisBerapa dilusi yang wajar?
Di putaran awal, startup umumnya melepas sekitar 10 sampai 25% saham per putaran. Yang perlu dijaga adalah porsi pendiri setelah beberapa putaran. Investor biasanya ingin pendiri tetap memegang porsi cukup besar supaya tetap termotivasi membangun perusahaan.
Beberapa hal yang membantu:
- Jangan melepas terlalu banyak saham di putaran paling awal, saat valuasi masih rendah.
- Galang dana secukupnya untuk mencapai target berikutnya, bukan sebanyak-banyaknya.
- Rencanakan ESOP sejak awal supaya tidak tiba-tiba memotong porsi pendiri.
Sebelum itu: bagi saham antar pendiri dengan adil
Dilusi dari investor hanya satu sisi. Sisi lain yang sering menimbulkan konflik adalah pembagian saham antar pendiri sendiri. Sepakati di awal berdasarkan kontribusi masing-masing, dan gunakan vesting supaya saham cair bertahap selama pendiri tetap berkontribusi. Kamu bisa menyimulasikannya dengan Bagiin.
Catatan penting
Simulasi cap table membantu kamu bernegosiasi dengan kepala dingin. Namun perubahan kepemilikan saham di PT tetap perlu dicatat secara resmi lewat akta notaris. Untuk instrumen seperti SAFE atau convertible note yang cara hitungnya berbeda, konsultasikan dengan konsultan hukum yang berpengalaman di pendanaan startup.